Resistensi Antibiotik

resistensi antibiotik

Beberapa hari yang lalu, waktu buka facebook , dapat sebuah link, isinya berita yang berjudul “who’s to blame for our antibiotics addiction”.

Berita yang menarik, adiksi di sini bukan berarti kecanduan seperti dalam penggunaan narkotik atau psikotropik, tetapi lebih pada penggunaan yang berlebihan dari antibiotik itu sendiri, sedikit-sedikit pakai antibiotik, “sedikit-sedikit”  inilah yang disorot penulis.

Isi berita itu kurang lebih membahas masalah resistensi antibiotik, kurang lebih penyebabnya antara lain: hayoo apa ?

Ucapan Terimakasih [again n always]

12/02/2010 08:02
Liputan6.com, Tigre: Seorang pengemudi mobil di Argentina berhasil selamat dari hantaman kereta api karena ditolong pengguna jalan lainnya, Kamis (11/2). Insiden ini terjadi di sebuah jalan di Kota Tigre, Argentina yang pengamanan palang pintu keretanya tidak memenuhi standar keamanan lalu-lintas. Dalam gambar kamera CCTV menunjukan sebuah mobil mogok tepat di perlintasan rel kereta api. Beruntung saat kereta perlahan mendekat, seorang pengendara motor berusaha mendorong mobil agar keluar dari lintasan rel. Pria itu sendiri harus berpacu dengan waktu menyelamatkan diri dari hantaman kereta yang sudah memperlambat lajunya. Kecelakaan akhirnya dapat dihindarkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.(IAN)

Fiuuuuuuh…. lega, bener, senang meskipun hanya melihat dari layar televisi, di Tigre, Argentina.. dari sebuah kamera cctv terlihat bagaimana inisiatif seorang penumpang motor berhasil menyelamatkan pengemudi mobil yang mogok didepannya, bukan disembarang tempat, tapi di atas rel kereta api.. dengan resiko nyaris tertabrak kereta api itu sendiri..

Kejadian ini menunjukkan bahwa terkadang kita memerlukan suatu dorongan , dorongan untuk bisa tetap maju saat menghadapi masalah.. dan bersyukurlah ada orang-orang yang bersedia membantu kita, karena sadar atau tidak, mereka perduli dan bersedia melibatkan diri dengan tujuan yang baik, meringankan beban kita…

Heuheuheu.. jadi sekali lagi ku mo ngucapin terimakasih kepada semua teman farmasi unlam khususnya angkatan 2005, pada team tantaran gayung (riskan, dewi, fadlilaturrahmah), team republik manuran, atas semua dukungan semangatnya, untuk dosen pembimbing (ibu Arnida dan pa Noer Komari) yang sabar atas kelakuan saya (peaceee :D )… Dan tentu saja, untuk orang-orang yang paling berarti bagi hidup saya.. My family, ayah ..ibu.. adik.. serta almarhumah nenek..

pelajaran minggu ini :

Di antara bekerja keras dan bekerja cerdas, manakah yang lebih baik, begitu salah satu pertanyaan seorang peserta pada acara Golden Ways Mario Teguh minggu tadi.. pada mulanya, saya berpikir jawabannya pastilah bekerja cerdas, namun oleh Mario Teguh pertanyaan itu malah dijawab dengan sebuah pertanyaan baru.. apakah kalau sudah bekerja cerdas maka  tidak perlu lagi bekerja keras ?.. Ternyata tidak, sebab seseorang yang bekerja cerdas masih harus bekerja keras, karena kecerdasan pertama adalah bekerja keras… analoginya, seseorang yang  malas bekerja malah sibuk mencari cara baru, Jadi nasehatnya malam itu “Be smart, and work hard”

Semua orang

Tugas Siapa Itu? Cerita ini adalah tentang empat orang yang bernama SEMUA ORANG, SESEORANG, SIAPA SAJA, dan TAK SEORANG PUN. Ada tugas penting untuk dikerjakan dan SEMUA ORANG diminta melakukannya. SEMUA ORANG yakin bahwa SESEORANG akan melakukannya. SIAPA SAJA bisa melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang melakukannya. SESEORANG menjadi marah tentang itu, sebab ini tugas SEMUA ORANG. SEMUA ORANG menganggap bahwa SIAPA SAJA dapat melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang menyadari bahwa SEMUA ORANG tidak akan melakukannya. Akhirnya, SEMUA ORANG menyalahkan SESEORANG ketika TAK SEORANG PUN melakukan apa yang bisa dilakukan oleh SIAPA SAJA. Tugas siapakah itu? (dikutip dari Altalib, 1999).

Kutipan diatas merupakan sebagian dari isi pesan yang diterima sekitar 1200 orang facebooker pada hari jum’at, 13 November 2009. Mengapa saya posting disini ? ya suka2 gua lah:D Sebenarnya karena inti cerita diatas cukup menarik, setidaknya dari perspektif saya..

Dalam organisasi, dikenal pembagian tugas dan tanggung jawab, dengan leader yang bertugas untuk mengarahkan, saya pernah membaca pendapat bahwa seorang leader yang baik adalah yang memimpin tanpa bawahan merasa dipimpin… Tetapi mungkin topik untuk leader lain kali saja membahasnya… *mo merenung dulu :P *