Front Of The Class

Front Of The Class* Lama, sangat lama… Memang sangat lama, dan faktanya memang lama, hehehe… Lama juga ya tempat ini tidak diupdate… Dari hitungan detik, menit, hari, minggu, sampai bulanan berlalu.. Kira-kira ada yang kangen gak nih :D .. Dan kejadian terbesar di bulan November tadi, ialah kenyataan bahwa saya telah lulus.. tepatnya lagi, saya bersedia untuk LULUS… L U L U S.. Hahahaha, sekarang menjadi kenyataan bahwa saya seorang SARJANA pengangguran

Rabu 23 Desember 2009, 23.15, Dari pekatnya malam, sesosok pesawat maskapai penerbangan “LION AIR” baru saja mendarat di bandara Syamsuddin Noor Landasan Ulin, suara derak besi menemani langkah langkah kecil yang beriringan turun dari sebuah tangga. Perjalanan dari jakarta-banjarmasin memang terasa cukup lama, apalagi sepanjang perjalanan yang memakan waktu satu setengah jam itu dua lapis baju tidak cukup menahan dinginnya AC didalam pesawat…

Yah, setidaknya aku tidak pulang sendiri,di depan bandara, Abi telah menunggu sejak pukul 9 malam, memang bukan waktu yang singkat, begitu melihatku ia tersenyum, ah, senyum yang sama seperti saat ia memberikan nasehat tentang etika beberapa tahun yang silam, sebelum aku memasuki masa kuliah.

Penggunaan internet telah berkembang jauh dari saat itu, Pengguna internet yang kebanyakan menikmati layanan jejaring sosial macam friendster, facebook, hingga twitter sudah berkembang luas. Tiap orang bisa menuliskan apapun mulai dari pujian sampai cacian, dan kalau tidak dibatasi tulisan ini bisa dibaca siapapun, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam UUD 45 yang tentunya anda tahu pasal berapa kan? (dan hebatnya ,begitu saya, kamu , kita mencari informasi dengan kata kunci “kebebasan berpendapat dalam undang-undang”, hampir semua hasil pencarian terdepan menyinggung tentang UU ITE, bah, hebat kali UU ITE ini…).

Kebebasan berarti bisa melakukan apapun, bebas berbuat, bebas berpikir, dan bebas berkata-kata. Namun tiap orang juga memiliki perspektif masing-masing, sehingga rentan terjadi persinggungan. Karena itu kebebasan haruslah bertanggung jawab. Belajar dari pengalaman yang terjadi, sudahlah, kalau sedikit-sedikit main tuntut, dibawah ancaman penjara, tidak heran jika suatu saat nanti bakal bermunculan blog-blog anonim ataupun akun akun palsu (sekarang aja udah banyak kan), toh saya rasa tiap orang juga tahu batasan baik dan salah dalam mengemukakan pendapat, yang penting jangan sampai menyakiti perasaan orang lain (yah kayak tiga monyet bijak, itu tuh.. Mizaru (See no evil), Mikazaru (Hear no evil), dan Mazaru (Speak no evil).)… Biarlah orang yang menilai..

Udah ah intronya, kepanjangan kayaknya, hohoho… Jadi pertama -tama, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan,

Pertama, Sindrom Tourette… Pernah mendengar ??, menurut definisinya, merupakan suatu gangguan saraf dan perilaku (neurobehavioral disorder), dicirikan oleh aksi tak disadari, berlangsung cepat (brief involuntary action), berupa tics vocal (misalnya menyalak, berkata jorok, meniru-niru) dan motor (misalnya mata berkedip tak terkontrol, mengejapkan mata berkali-kali), juga disertai gangguan kejiwaan (psychiatric disturbances). Untuk selengkapnya dapat dilihat disini

Kedua, Brad Cohen… Pernah mendengar ??, tiap orang adalah motivator untuk dirinya sendiri, saya adalah motivator untuk saya sendiri, dan diantara para motivator tersebut ada beberapa orang yang mendedikasikan dirinya menjadi motivator untuk orang lain,.. Brad Cohen merupakan seorang motivator, juga seorang guru.

Ketiga, Front of the class… Pernah mendengar??, beberapa bulan yang silam (tepatnya lupa :P ) saya pernah menonton film yang berjudul “Front of the class” di salah satu stasiun kereta api televisi, dan sampai saat ini , film ini termasuk jajaran film yang bisa membuat saya terkesan dan puas saat selesai menontonnya.

Lalu apa hubungan diantara ketiganya, simple, Brad Cohen merupakan salah seorang penderita Tourette Sindrome, namun dengan dukungan dari sang ibu, ia tidak menyerah dan berusaha terus maju sehingga akhirnya menjadi seorang guru , ia menuliskan pengalamannya dalam bukunya yang berjudul “Front of the Class: How Tourette Syndrome Made Me the Teacher I Never Had” . Dan menurut pandangan saya, film “Front of the class” mampu menggambarkannya dengan cukup baik..

I always felt like the kid in the corner. I really needed support and acceptance from my teacher and didn’t get it. From then on, I knew that I wanted to be that teacher—one who would offer support and acceptance and really be there for each kid. — Brad Cohen —

Jadi apa inti postingan ini ..hehe,

jadi…

pada intinya…

…..intinya saya telah LULUS, hohohoho :D

* yah, diakhir tahun memang waktu yang menyenangkan, mulai dari libur panjang sampai … e..eh… yah.. libur panjang lagi.. heuheuheu..

7 Responses to “Front Of The Class”

  1. Azharoo says:

    pertamaxxxx… :D
    heuheuheuheu

  2. m4hr4n1 says:

    per tamaxxxx

    kere n emang saya gak bisa banyak bhsa inggris TPI APA yang simpulKN saya mengerti

  3. BLoG kiTa says:

    Pertamaxxxxx (versi pembaca) :P
    yak.. segitu dulu.. :D

  4. ichan says:

    pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxx (versi “x” paling banyak):D
    .-= ichan´s last blog ..Bila Al-Qur’an Bisa Bicara =-.

  5. aidicard says:

    Hmmm jadi pada rebutan pertamax….

    saya page one aja dah… :hammer: :ngacir:

    btw, jd penasaran pengen nonton filmya…
    .-= aidicard´s last blog ..Catatan Akhir Tahun =-.

  6. iyoong says:

    yang penting page one dulu ah…! :P

    hahahaha baru update yaa.. tak apa apa lah.. asal jangan ditinggalin ni rumah.. :D

    untuk sementara segtu dulu…
    .-= iyoong´s last blog ..Perjalanan Januari-Desember 2009 =-.

  7. BLoG kiTa says:

    dasar para kaskuser ini :D
    .-= BLoG kiTa´s last blog ..Aku cuma Seorang Blogger yang Cinta SEO =-.

Leave a Reply