Semua orang

Tugas Siapa Itu? Cerita ini adalah tentang empat orang yang bernama SEMUA ORANG, SESEORANG, SIAPA SAJA, dan TAK SEORANG PUN. Ada tugas penting untuk dikerjakan dan SEMUA ORANG diminta melakukannya. SEMUA ORANG yakin bahwa SESEORANG akan melakukannya. SIAPA SAJA bisa melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang melakukannya. SESEORANG menjadi marah tentang itu, sebab ini tugas SEMUA ORANG. SEMUA ORANG menganggap bahwa SIAPA SAJA dapat melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang menyadari bahwa SEMUA ORANG tidak akan melakukannya. Akhirnya, SEMUA ORANG menyalahkan SESEORANG ketika TAK SEORANG PUN melakukan apa yang bisa dilakukan oleh SIAPA SAJA. Tugas siapakah itu? (dikutip dari Altalib, 1999).

Kutipan diatas merupakan sebagian dari isi pesan yang diterima sekitar 1200 orang facebooker pada hari jum’at, 13 November 2009. Mengapa saya posting disini ? ya suka2 gua lah:D Sebenarnya karena inti cerita diatas cukup menarik, setidaknya dari perspektif saya..

Dalam organisasi, dikenal pembagian tugas dan tanggung jawab, dengan leader yang bertugas untuk mengarahkan, saya pernah membaca pendapat bahwa seorang leader yang baik adalah yang memimpin tanpa bawahan merasa dipimpin… Tetapi mungkin topik untuk leader lain kali saja membahasnya… *mo merenung dulu :P *

Mau Bikin Ineks [???]

Alhamdulillah, akhirnya beberapa peristiwa penting terlewati juga, hahaha :D . hmmf *ngambilnafas*, memang sih sudah agak lama tidak ngisi postingan di blog ini dikarenakan beberapa kesibukan yang mana harus dijalani beberapa hari ini yang mana sangat menyita waktu dan pikiran saya.. *fyuuuh*

Jadinya ya, untuk postingan kali ini saya tidak berbicara panjang lebay, mari kita cukup menyimak sejenak potongan berita dari salah satu koran di KalSel yang tak sengaja terbaca teman (tentunya dengan mengalami proses penyuntingan secara langsung..) mana gambarnya ??

Mengembalikan jati diri bangsa [2]

Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Banjarmasin, 9 November 2009 21.15, dalam hitungan jam menuju 10 November

“Pahlawan adalah seseorang yang berjuang untuk bangsa dan negara”

Itu adalah kutipan dari sebuah buku, sebuah buku yang sepuluh tahun lalu pernah kubaca, kusimak, dan ku hapal di ruang tamu, beberapa menit sebelum kesekolah menjelang ujian nasional yang pada kala itu di sebut EBTANAS. Memang cerita tentang sejarah dulu bagiku terasa membosankan , sekarang — tetap membosankan… hehehe.. maklum, saya bukan pembaca yang baik, lebih senang menghabiskan waktu nonton kotak bergambar di ruang keluarga…. Jadinya ya begitu, sejak kecil sudah belajar kepepet… hehe.. ya gitu deh, lanjut ??

Ngopi Daratan

Super duper Wonderfull News… !!!!!

Minggu, 11 Oktober , sekitar 03: 40 WITA…
Di satu titik di bumi banjarbaru, seorang laki-laki biasa dan tiga lelaki idaman tiba di depan rumah seorang blogger yang sudah disepakati sehari sebelumnya…

Setengah jam sebelumnya, sekitar pukul 3 sore…
Seorang lelaki biasa dan dua lelaki idaman sedang duduk santai disebuah kamar kost di salah satu sudut kota banjarbaru. Menunggu hingga akhirnya tiba seorang lelaki idaman lainnya…

Satu hari sebelumnya, Sabtu, 10 Oktober, sekitar 12:00 WITA…
……….pembicaraan awal yang penuh keseriusan (isinya .. maaf, dirahasiakan :P ), sampai pada satu titik temu dibawah…….
Lelaki biasa : Jim, kapan ya ada kopi darat lagi buhan kayuh baimbai tuh…
Lelaki idaman : tahu… ( sambil ngutak atik hape, buka rss feed)… Zar.. Ada kopi darat !!!….
Lelaki biasa : ya kah…
……………………………………….. pengen tau ??

Mengemis – Haram ?

Kutipan

Pasal 40
Setiap orang atau badan dilarang:

a. menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil;

b. menyuruh orang lain untuk menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil;

c. membeli kepada pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis, pengamen, dan pengelap mobil.

Mengemis haram, pengemis tidak selalu miskin, membaca berita disini, mengetahui bahwa di suatu desa yang bernama desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Sumenep, suatu desa yang berpenduduk sekitar 9.500 jiwa ini, sebanyak 80 persen penduduknya menjadi pengemis. Continue reading